AnyTalks

Waktunya Bobok, Anak Malah Main Melulu, Ini Sebab dan Solusinya

View previous topic View next topic Go down

Waktunya Bobok, Anak Malah Main Melulu, Ini Sebab dan Solusinya

Post by NadaEgan on Thu May 16, 2013 4:38 pm

TRIBUNNEWS.COM - Pengalaman menarik yang dialami pasangan di Inggris berikut ini mungkin dapat
dijadikan inspirasi bagi mereka khususnya orang tua
yang masih memiliki anak balita. Saat menginjak usia dua atau tiga tahun, anak biasanya semakin aktif bergerak. Tak heran, banyak
orang tua mengeluh kurang istirahat karena harus
menunggu atau bermain dengan anaknya hingga larut
malam. Berkaca dari kisah yang dialami pasangan Kathryn dan
Ryan Taylor asal Sheffield, Inggris, banyaknya mainan
dan poster berwarna cerah di dalam kamar ternyata
dapat merangsang anak terus aktif dan membuatnya sulit tidur. Menyingkirkan benda-benda tersebut dari dalam
kamar mungkin dapat membantu anak cepat tidur. Kamar yang di dalamnya tersedia aneka mainan dan
poster ternyata memancing anak untuk berimajinasi. Dalam imajinasi tersebut, anak mengumpamakan diri sedang bermain. Mainan yang tersebar dalam kamar menjelma menjadi
sejumlah teman. Kathryn dan Ryan sempat menderita kurang tidur
selama 2 tahun. Hal ini diakibatkan sang buah hati
kedua mereka Freddy Taylor yang ketika itu berusia 3
tahun, kerap terbangun pada malam hari dan sibuk
bermain. Ketika bermain Freddy mengeluarkan suara keras
yang tak jarang membuat tetangganya terganggu. Awalnya, Kathryn dan Ryan mengaggap perbuatan
anaknya adalah bagian dari proses pertumbuhan.
Sayangnya hal itu tidak terjadi, Freedy meningkatkan
jam mainnya menjadi lebih dari 2 jam. “Kami menyebut kegiatan Freedy sebagai sleeping
party, karena dia terlihat sangat menikmati. Dia
bahkan tidak terganggu ketika kami masuk,”kata
Kathryn. Kebiasaan Freedy membuat Kathryn dan Ryan tidak
bisa tidur dan kerap kelelahan. Freedy juga terlihat
letih dan sering mengeluh mengantuk di pagi hari.
Freedy menjadi lebih rewel dan menyebabkan
orangtuanya kerap emosi. Akhirnya Kathryn dan Ryan memutuskan membawa
buah hatinya ke klinik tidur. “Kami disarankan untuk
menyingkirkan mainan dan poster beraneka warna.
Kami juga menambah porsi makan malam Freedy,”
kata Kathryn. Kathryn dan Ryan mengubah warna dinding kamar
Freedy menjadi lebih "kalem" dan mendekorasi ulang
kamar mejadi lebih "tenang". Untuk menu makan
malam, Kathryn dan Ryan menambahkan pisang, selai
kacang, atau oat. Ketiga hidangan ini membantu otak
melepaskan hormon melatonin yang merangsang tidur. Tips ini terbukti meningkatkan jam tidur buah hatinya,
terutama pada 2 malam setelah menghadiri pre-
school. Freedy tidak lagi terbangun di malam hari. Yang
lebih penting, Kathryn dan Ryan bisa tidur cukup untuk
memulai aktivitas bersama buah hatinya di pagi hari. Vicki Dawson pendiri The Children's Sleep Charity
mengatakan, pendekatan perilaku lebih diutamakan
pada anak yang menderita kesulitan tidur. “Kalau untuk obat, kami serahkan pada yang lebih ahli.
Namun orangtua harus mengimplementasikan semua
saran yang kami beri,”ujarnya. Viki menyarankan orangtua tidak segan menata ulang
kamar buah hatinya. Mainan, poster, atau apa saj
ayang berpotensi menarik perhatian sebaiknya
disingkirkan. Hal ini akan memancing otak anak berhenti berimajinasi, sehingga mudahmerasa
ngantuk. “Metode ini terbukti sukses. Sebanyak 59 persen anak yang kami tangani berhasil mengatasi gangguan tidurnya. Sisanya tidak berhasil Karen atidak
mengimplementasikan saran dengan sempurna, atau
ada gangguan medis lain,” kata Vicki.

NadaEgan
Admin

Posts : 347
Join date : 2013-04-11
Age : 29

http://anytalks.forumotion.com

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum