AnyTalks

Eksploitasi Buruh Pabrik

View previous topic View next topic Go down

Eksploitasi Buruh Pabrik

Post by NadaEgan on Wed May 08, 2013 11:11 am

Metrotvnews.com, Jakarta: Polda Metro Jaya terus mendalami keterlibatan aparat yang diduga
ikut terlibat dalam kasus penyiksaan buruh di pabrik
kuali di Tangerang. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes
Rikwanto di Jakarta, Selasa (7/5), mengatakan
pihaknya telah mengidentifikasi dua aparat
kepolisian berinisial AH dan J, serta satu anggota TNI
berinisial IS yang diduga ikut terlibat membantu
tersangka Yuki Irawan, 41, pemilik pabrik kuali dalam mengintimidasi pekerjanya. "Untuk memperjelas apa yang dialami oleh buruh
maupun seperti apa kedekatan aparat dengan
tersangka, kami akan melakukan pemeriksaan pada
minggu ini. Mudah-mudahan dari pemeriksaan bisa
terungkap," kata Rikwanto. Dijelaskannya, berdasarkan keterangan sementara
yang didapat dari lingkungan sekitar, serta
pengakuan buruh dan tersangka Yuki, dipastikan ada
tiga aparat yang kerap mampir ke rumah tersangka. Ketiga aparat tersebut, lanjut Rikwanto, adalah
teman dari saudara Yuki. Mereka kerap berkunjung.
Tersangka juga pernah memberikan uang kepada
mereka. Misalnya, tersangka Yuki memberikan uang
sebesar Rp100.000 sebagai uang bensin kepada
ketiganya. Namun, kepolisian mengaku akan terus mendalami
apakah ketiga aparat itu benar-benar hanya memiliki
hubungan pertemanan atau apakah perannya
dimanfaatkan untuk mengintimidasi para buruh.
"Apakah kehadirannya itu dimanfaatkan oleh Yuki
untuk menakut-nakuti atau mengintimidasi para buruh, itu sedang kami dalami," katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 34 buruh
yang dipekerjakan dengan buruk di sebuah pabrik
kuali di Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak
Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang,
mendapat perlakuan buruk dari bos mereka. Penyekapan buruh di pabrik kuali itu terkuak setelah
dua buruh yang bekerja di pabrik itu berhasil
melarikan diri. Kedua buruh yakni Andi Gunawan, 20,
dan Junaidi, 22, kabur setelah tiga bulan dipekerjakan
dengan tidak layak. Kepolisian telah menetapkan tujuh tersangka dalam
kasus ini. Pemilik industri Yuki Irawan dan empat
orang mandor pabrik saat ini telah diamankan.
Sementara dua calo, yakni J dan U, masuk daftar
pencarian orang (DPO) dan terus diburu kepolisian.


Last edited by NadaEgan on Wed May 08, 2013 11:20 am; edited 1 time in total

NadaEgan
Admin

Posts : 347
Join date : 2013-04-11
Age : 29

http://anytalks.forumotion.com

Back to top Go down

Re: Eksploitasi Buruh Pabrik

Post by NadaEgan on Wed May 08, 2013 11:12 am

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengecam praktik perbudakan di
pabrik wajan di Tangerang, Banten. Lantaran itu,
Franky mendukung kasus tersebut diproses secara
hukum. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Apindo Franky
Sibarani, pengusaha pabrik wajan itu melanggar
syarat-syarat ketenagakerjaan. Pelanggaran itu
meliputi pengupahan, jam kerja yang melebihi
standar, dan sarana industri. Selain itu, kata Franky,
beberapa pekerja masih di bawah umur. Franky menegaskan pengusaha seharusnya
memberikan kesejahteraan yang layak pada pekerja
seperti jaminan kesehatan dan keselamatan kerja. Ia
pun berharap Dinas Ketenagakerjaan lebih teliti
mengawasi usaha dan industri di masing-masing
daerah.

NadaEgan
Admin

Posts : 347
Join date : 2013-04-11
Age : 29

http://anytalks.forumotion.com

Back to top Go down

Re: Eksploitasi Buruh Pabrik

Post by NadaEgan on Wed May 08, 2013 11:13 am

Metrotvnews.com, Ngamprah: Tiga buruh meminta pelaku kekerasan di pabrik wajan di
Tangerang, Banten, mendapat hukuman setimpal dan
berat. Ketiganya pun menuntut pembayaran gaji
yang belum mereka terima. Tiga pemuda asal Kampung Cisaronge, Kabupaten
Bandung Barat, Jawa Barat, bersedia bekerja di
pabrik wajan itu setelah mendapat iming-iming gaji
sebesar Rp1,5 juta. Alih-alih mengumpulkan
penghasilan, mereka malah menjadi korban
perbudakan pemilik pabrik. Ketiga korban yaitu Hasanuddin, Jajang, dan Dadan.
Mereka bekerja di pabrik wajan sejak tiga bulan
silam. Selama bekerja, mereka mengaku mendapat
perlakuan kasar, seperti pemukulan dan disiram zat
kimia. Sekujur tubuh mereka pun luka bakar. Ia dan pekerja lain pun tak boleh keluar dari pabrik.
Otomatis, mereka tak bisa berkomunikasi dengan
warga sekitar. Bahkan, barang milik mereka ditahan
mandor. Tak kuat atas perlakuan pemilik dan mandor pabrik,
ketiganya kabur. Kasus itu pun mencuat di berbagai
media massa. Polisi pun menyelidiki dugaan kasus
tersebut. Sementara pemilik dan mandor pabrik
mendekam di tahanan.

NadaEgan
Admin

Posts : 347
Join date : 2013-04-11
Age : 29

http://anytalks.forumotion.com

Back to top Go down

Re: Eksploitasi Buruh Pabrik

Post by NadaEgan on Wed May 08, 2013 11:13 am

Metrotvnews.com, Tangerang: Kepala Desa Lebak Wangi Mursan yang tersandung kasus
perbudakan buruh tak menghadiri undangan DPRD
Kabupaten Tangerang. Ini membuat Ketua DPRD
Kabupaten Tangerang Amran Arifin geram. "Sayang sekali Kadesnya tak berani datang. Padahal
di TV saya lihat berani sekali berbicara," ujar Amran
dalam rapat bersama instansi yang dianggap
berkaitan dengan kasus tersebut. Seusai rapat, Amran yang ditemui wartawan
mengaku akan memanggil kembali sang Kades. "Inilah tipe pemangku atau penguasa di bawah yang
tidak bertanggung jawab. Sudah dipanggil tidak
datang. Lalu lari lagi. Berarti benar dia terkait kasus
itu," tegas Amran. Amran tidak menyebutkan waktu pemanggilan sang
Kades lagi. Namun bila Kades Mursan masih mangkir,
Amran siap untuk bertindak langsung. "Kalau
enggak, nanti saya akan datang ke rumahnya," tegas
Amran.

NadaEgan
Admin

Posts : 347
Join date : 2013-04-11
Age : 29

http://anytalks.forumotion.com

Back to top Go down

Re: Eksploitasi Buruh Pabrik

Post by NadaEgan on Wed May 08, 2013 11:14 am

Metrotvnews.com, Jakarta: Buruh yang berdemo di Kantor Bupati Tangerang mengaku mengapresiasi
Kapolres yang berjanji akan menuntaskan masalah
perbudakan oleh pemilik pabrik panci, Yuki Irawan. "Kita dukung kepolisian menuntaskan masalah ini.
Kita akan kawal sampai pengusaha itu dibui," ujar
Koswara, pimpinan buruh yang didelegasikan untuk
berbicara dengan pihak Pemda dan Kepolisian. Namun, buruh meminta pihak kepolisian untuk terus
meng-update pada pimpinan serikat terkait proses
hukum kasus ini. Jika sudah sampai ke pengadilan,
Koswara mengatakan akan mengawal dan datang
ke persidangan dengan massa yang lebih besar. "Kita akan kawal ke pengadilan, kita akan bawa
massa lebih besar lagi. Ada oknum aparat yang
terlibat sudah dilaporkan. Kita akan kawal," tutup
Koswara.

NadaEgan
Admin

Posts : 347
Join date : 2013-04-11
Age : 29

http://anytalks.forumotion.com

Back to top Go down

Re: Eksploitasi Buruh Pabrik

Post by NadaEgan on Wed May 08, 2013 11:15 am

Metrotvnews.com, Jakarta: Maya membantah ada kekerasan dan jam kerja berlebih, seperti
diceritakan para bekas buruh di perusahaan kuali
yang didirikan suaminya, Yuki Irawan. Maya juga
membantah para pekerja tidak digaji seperti yang
dijanjikan. Hal itu dikatakan Maya saat diwawancarai
di acara Wide Shot di studio Metro TV, Jakarta Barat, Rabu (8/5). Didampingi kuasanya hukumnya, Teti Machyawati,
Maya menjelaskan, sebelum bekerja di pabrik kuali di
di Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur,
Tangerang, Banten, miliknya para pekerja ditanya
kesanggupan. Itu dilakukan karena kerjanya keras,
berat dan panas. Pada saat itu pula kepada para calon pekerja
diberitahukan mereka dikontrak selama enam bulan
dan digaji Rp600 ribu per bulan. Gaji akan dibayarkan
setelah enam bulan bekerja. Kalau mau terus bekerja
dipersilahkan, kalau mau keluar juga boleh. "Kalau
mau ngebon uang untuk dikirim ke kampung juga bisa," jelas Maya. Pengakuan Maya berbeda dengan yang disampaikan
para bekas buruhnya. Hasan asal Bandung misalnya,
mengaku tiap hari bekerja mulai pukul 06.00. Pukul
12.00 istirahat untuk makan, kemudian bekerja lagi.
Istirahat lagi pukul 18.00 untuk makan, kemudian
bekerja hingga pukul 22.00. Jajang, bekas buruh lainnya, mengamini. Jajang
mengaku mendapat informasi pekerjaan dari ayah
salah seorang teman. Dari Pak Uus itu Jajang diminta
mencari teman. "Kerja enak, mudah, gaji Rp700 ribu
per bulan, makan tiga kali, rokok sebungkus dan
pemilik seorang ulama," kata Jajang menirukan Uus. Saat bertemu Yuki ternyata digaji Rp 500 ribu per
bulan. Maya menjelaskan, setelah kontrak enam bulan
karyawan digaji Rp1,5 juta per bulan. "Perjanjiannya
seperti itu, dibuat Yuki," jelas Maya. Maya juga
membantah jam kerja berlebih, termasuk praktik
kekerasan. Ia berdalih tidak mengawasi. "Yang
mengawasi hanya mandor," jelas Maya.

NadaEgan
Admin

Posts : 347
Join date : 2013-04-11
Age : 29

http://anytalks.forumotion.com

Back to top Go down

Re: Eksploitasi Buruh Pabrik

Post by Sponsored content Today at 10:10 am


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum