AnyTalks

Dua siswa tenggelam usai arung jeram di Kali Elo Magelang

View previous topic View next topic Go down

Dua siswa tenggelam usai arung jeram di Kali Elo Magelang

Post by NadaEgan on Tue May 07, 2013 4:39 pm

Dua siswa SMA Islam Terpadu (IT) Al Hikmah,
Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah, hanyut di sungai
Elo, Kabupaten Magelang, Jateng Selasa (7/5) siang. Satu korban Ahmad Maulana Indra Saputra (17),
warga Suruh RT 16/06, Sukorejo, Boyolali, ditemukan
tewas. Sementara, satu korban lainya Irfan Wahid
(17), warga Andong, Boyolali, masih dalam pencarian hingga Selasa (7/5) malam ini. Informasi yang dihimpun merdeka.com, sebanyak 108 siswa dan guru MTS dan SMA IT Al Hikmah, Boyolali mengikuti kegiatan arung jeram di Kali Elo (Sungai Elo), dengan operator dari Paradise Bali. Usai berarung jeram dan berhasil sampai di finish
Paradise Bali, di Kali Elo, lingkungan Bojong I,
Kelurahan Mendut, Kecamatan Mungkid, siswa
tersebut antre mandi. Rombongan tersebut
menyewa sebanyak 18 perahu. Beberapa siswa,
tanpa sepengetahuan river guide, bermain air di sekitar sungai. Saat itu, ada dua anak MTs yang hanyut, masing- masing bernama Faris dan Abid, hanyut dan terseret arus sungai. Kedua anak tersebut berteriak minta tolong dan melambaikan tangan. Beberapa siswa SMA yang melihat kejadian itu, kemudian berusaha untuk menolong, termasuk kedua korban. "Namun, mereka justru terbawa arus. Padahal mereka bisa berenang. Niat mereka ingin menolong dua anak itu," ungkap Giri Sayekto salah seorang guru pendamping kegiatan arung jeram. Giri yang merupakan guru mata pelajaran Ekonomi,
SMA IT Al Hikmah itu, mengatakan sempat melihat
muridnya itu hanyut. "Mereka yang menolong justru
menjadi korban," ungkapnya. Setelah dilakukan pencarian oleh beberapa relawan sekitar dan Tim SAR, jenazah Indra Maulana diketemukan 300 meter dari lokasi dan ditemukan dalam waktu 10 menit. Korban lalu dibawa ke RSUD Muntilan. Sementara, tubuh Irfan Wahid (17) belum diketemukan. "Dua anak itu, sangat dekat dengan saya. Apalagi
Irfan, saya sangat kenal dekat dengan orangtuanya.
Semua siswa sudah kembali ke Boyolali. Sementara,
masih ada lima guru guru yang tetap memantau.
Kami sampai belum makan, belum mandi. Insya
Allah bisa ketemu," harapnya. Giri menambahkan, program arung jeram ini,
merupakan bagian dari kegiatan luar sekolah, yang
diselenggarakan enam bulan sekali. "Tujuannya untuk pendidikan melatih percaya diri
anak. Kami berharap kejadian kecelakaan air ini
merupakan kejadian terakhir. Selain itu nantinya, ada
rambu peringatan tidak boleh bermain air, agar
semuanya selamat," tandasnya. Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD
Kabupaten Magelang Joko Sudibyo sejumlah
penyelam dan relawan masih melakukan pencarian
di lokasi kejadian. "Termasuk, di sekitar jembatan Mendut, sejumlah
relawan sampai malam ini menerangi arus sungai Elo
dan Progo, untuk pencarian korban. Tim masih terus
melakukan pencarian. Semua relawan dan tim SAR
terlibat, dan kami lakukan penyelaman," kata Joko.

Merdeka

NadaEgan
Admin

Posts : 347
Join date : 2013-04-11
Age : 29

http://anytalks.forumotion.com

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum