AnyTalks

Bakal Caleg Perempuan di Aceh Diancam Akan Ditembak

View previous topic View next topic Go down

Bakal Caleg Perempuan di Aceh Diancam Akan Ditembak

Post by NadaEgan on Thu Apr 25, 2013 6:24 pm

BANDA ACEH - Meski pemilu baru berlangsung tahun depan, teror dan intimidasi politik mulai terjadi di Aceh. Seorang calon legislator perempuan dari Partai Nasional Aceh (PNA), Zuhra (31), mengaku
diancam akan ditembak oleh seorang mantan
kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dia diancam akan ditembak bila tidak mengundurkan dari dari pencalegan. Perempuan yang berprofesi sebagai guru taman kanak-kanak itu mengaku kenal baik dengan pelaku, berinisial B. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Aceh Besar. “Sudah buat laporan kemarin ke polres,” kata Zuhra kepada wartawan di Kantor DPP PNA, Jalan Teungku Chik di Tiro, Banda Aceh, Kamis (25/4/2013). Zuhra merupakan caleg Dewan Perwakilan Rakyat
Kabupaten (DPRK) Aceh Besar dari PNA untuk daerah
pemilihan I, meliputi Kecamatan Seulimum, Lembah
Seulawah, dan Jantho. Ancaman pertama diterimanya saat hendak mendaftar ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar di Jantho, 21 April 2013. Saat itu, Zuhra bersama pendukungnya sedang menuju ke Kantor DPW PNA Aceh Besar di kawasan Lambaro. Di perjalanan, tepatnya di Gampong Capeung, Seulimum, dia bertemu pelaku. Mengetahui Zuhra ingin mencalonkan diri melalui PNA, pelaku marah dan memerintahkannya mengundurkan diri. Bila tidak menarik diri, Zuhra dianggap sudah berkhianat pada Aceh. “Harus kamu tahu ya, sampai sekarang ini orang yang berkhianat terhadap Aceh masih ada perintah
tembak,” tutur Zuhra menirukan perkataan
omongan pelaku. Meski dipaksa, Zuhra tetap ngotot mendaftarkan diri ke KIP. Namun, pelaku yang juga warga desa tetangga, Lampisang, terus menerornya melalui telefon. “Terakhir, ditelefon kemarin. Pertanyaannya sama, ditanya sudah mundur atau belum. Kalau belum, dia bilang kita sudah putus silaturrahim. Berarti kamu salah satu pengkhianat, dia bilang, tidak bisa menjamin keselamatan saya,” ungkap Zuhra. Karena tak tahan diteror, Zuhra memberanikan diri melaporkan kasusnya ke Polres Aceh Besar di Jantho. Saat membuat laporan dia didampingi sejumlah petinggi PNA. Zuhra mengatakan, kelamaan ancaman tersebut
membuatnya takut, bahkan dia berniat untuk
mengundurkan diri. Namun, niat itu urung
dilaksanakan karena sudah mendapat dukungan
penuh dari keluarganya. Keluarga Zuhra dikenal rajin membantu perjuangan GAM ketika konflik masih mendera Aceh. Bahkan, Zuhra pernah menjadi ibu asuh untuk anak pelaku pengancaman. Ketika itu, B masih bergerilya di hutan, sementara istri dan anaknya tak terurus. “Dulu, waktu dia di hutan saya yang jaga anak dia. Kalau enggak ada susu, saya beli susu. Anaknya namanya Ismiranda, sekarang sudah kelas V SD,”papar Zuhra. Zuhra meminta polisi menindaklanjuti laporannya.
“Semoga ke depan jangan ada lagi ancaman-
ancaman terhadap orang lain. Biarlah masyarakat
bebas memilih,” tukasnya. Sementara itu, Kapolres Aceh Besar, AKBP Djadjuli, membenarkan sudah menerima laporan pengancaman atas nama Zuhra. Dia berjanji akan menangkap pelaku. “Sekarang sedang diproses,” kata Djadjuli.

Okezone

NadaEgan
Admin

Posts : 347
Join date : 2013-04-11
Age : 29

http://anytalks.forumotion.com

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum